Ponsel Ganggu Perkembangan Otak Anak
Gizi.net – LONDON — Tunggu dulu. Jika Anda berniat membelikan anak kesayangan Anda sebuah handphone, penting untuk membaca laporan ini. Sebuah riset yang dilakukan National Radiological Protection Board (NRPB) Inggris menyimpulkan efek radiasi handphone bisa mengganggu perkembangan otak si kecil.

Lebih jauh, kata peneliti NRPB William Stewart, serangan ini bisa menghambat pembentukan sistem syaraf pada anak. ”Saya imbau Anda untuk mengikuti saran ini. Terutama jika anak Anda masih berusia delapan tahun ke bawah,” tutur dia. Sejak lama, radiasi handphone dipercaya dapat mengganggu kesehatan. Riset para ilmuwan Eropa yang dipublikasikan Desember 2004 memperlihatkan, radiasi handphone memang berpotensi merusak sel DNA.

Penelitian lain yang diadakan ilmuwan Swedia pada April tahun lalu menemukan hubungan antara penggunaan handphone dengan pertumbuhan sel tumor. Efek negatif ini, kata Stewart, dipastikan akan jauh lebih berbahaya bagi si Upik. ”Ini karena otak mereka masih kecil dan tengah tumbuh. Dikhawatirkan, radiasi akan menyerang bagian yang lebih besar,” tutur dia. Tak lama setelah laporan ini dipublikasikan, Commun 8 sebuah perusahaan ponsel di Inggris berencana melarang penjualan produk ini kepada anak-anak.

Namun, Asosiasi Operator Handphone Inggris punya pendapat lain. ”Lebih baik membatasi anak-anak berbicara langsung (voice calls) di handphone agar tidak terkena dampak radiasi. Mereka cukup ber-SMS saja,” kata Mike Dolan. Penelitian terhadap efek radiasi perangkat-perangkat wireless lain, seperti Bluetooth dan Wi-Fi, juga tengah digagas.

(Sumber: Republika Online – Kamis, 13 Januari 2005




AFP

Losail – Meski sudah menjalani sesi ujicoba, Casey Stoner ternyata belum bisa 100% tenang menjalani balapan malam di Losail. Dia malah sempat merasa ngeri alias ketakutan.

“Jujur saja, tapi saya sempat sedikit merasa takut di lap awal,” ungkap Stoner usai balapan seperti diberitakan Autosport.

Sirkuit Losail mencetak sejarah saat untuk kali pertama menggelar balapan malam. Beberapa kekhawatiran yang sempat muncul terbukti tak jadi kenyataan, seri pembuka di MotoGP Qatar berlangsung lancar dengan memunculkan Stoner sebagai juara.

“Saya pikir balapan akan lebih sulit buat kami. Saya tak punya perasaan bagus dengan kendaraan saya di awal balapan, segalanya sempat berjalan tidak dengan baik. Setelah banyak pembalap mulai tenang lalu saya sadari kalau saya bisa berada di depan,” lanjut sang juara dunia MotoGP itu.

Memenangi seri pertama jelas jadi bekal berharga buat Stoner menjalani balapan-balapan selanjutnya dalam misi mempertahankan gelar yang dimiliki. Tapi meski unggul hingga lima detik dari Jorge Lorenzodi posisi dua, penunggang Ducati asal Australia itu tak mau terbuai dengan kemenangan tersebut.

“Itu hasil yang baik, dan mengingatkan kami dan seluruh tim kalau kami adalah sang juara dunia dan kenapa kami pantas berada di depan.”

“Ini awal yang sempurna. Tapi bukan segalanya. Balapan pertama bukan berarti Anda memenangi kejuaraan, tapi itu jelas banyak membantu. Di beberapa seri selanjutnya ada trek yang kurang cocok dengan paket kami, meski saya pikir kami bisa meminimalisir hal tersebut. Mungkin kami bisa lebih baik dibanding apa yang diharapkan. Tapi kita lihat saja,” pungkas Stoner.